Invasive Alien Species

Species Name: Borreria latifolia

Family Name:
Rubiaceae
Synonym:
Borreria alata (Aubl.) DC.
B. scaberrima Bold.
Spermacoce latifolia Aubl.
Origin:
Tropical America
Description:
A branched herb, prostate (sometimes rooting), ascendant or erect, usually branched from the base. Stems fleshy, 4-winged, about 75 cm tall. Leaves opposite, elliptical, broadest above the middle, tip broadly and shortly pointed, base tapered, variable in size about 2.5-5.0 cmx and 2.5 cm, thick, hairy on both sides, short leafstalk; leaf base joined with cup shaped stipules with bristles on edges.  Inflorescence from leaf axils, few to many flowers, about 0.6-1.2 cm, white, single, flower with hairy calyx of four sepals, corolla-tube with lilac petals, stamens 4 and stigma forked; flowers throughout the year; fruit hairy, splitting into two pairs to release seeds.
Invaded Habitat:
Nursery and young rubber plantations, oil palm, sugarcane, cocoa, tea, tobacco plantations, vegetable crops, agricultural fields, waste lands, road sides and steep river.
Distribution:
Introduced long ago in Java now widely spread in Java. In Indonesia was reported in Sumatra, Java, Kalimantan and Sulawesi  as far as known.
Ecology:
Flowers throughout the year. In regions with a short or with a pronounced dry season, on sunny or lightly shaded fallow fields or those with second crops, up to 1600 m alt. It grows also on poor soils but prefers sandy soils.
References:
  1. Backer , C. A. & R. C. Bakhuizen Van Den Brink.  1965.  Flora of Java Vol II.  N.V. P. Noordhoff. Groningen, Netherlands
  2. Budiman, A., M. Thamrin and S. Asikin.  1988.   Beberapa Jenis Gulma di Lahan Pasang Surut Kalimantan Selatan dan Tengah dengan Tingkat Kemasaman Tanah Yang Berbeda.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI IX.
  3. Budiman, A., S. Asikin and N. Jahab.  1992.  Aplikasi Herbisida Pratumbuh dan Jarak Tanam untuk Mengendalikan Gulma pada Kacang Tanah di Lahan Kering.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.
  4. Khattiyakarun, S. and W. Katanyukul.  1988.  Low volume application of glufosinate ammonium for general weed control in oil palm and rubber.  Proc. 2nd Tropical Weed Science Conf., Thailand.  Vol 2.
  5. Kusnanto.  1992. Efisiensi Pengendalian Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.  Marihat Research Centre.  1984.  Pengujian taraf efikasi Scout untuk pengendalian gulma di piringan dan pasar panen kelapa sawit.  Pusat Penelitian Marihat, Pematang Siantar.
  6. Muditha, I.G., H. Simbolon and Roemantyo.  1988.  Komunitas Gulma Pada Berbagai Keadaan Lingkungan III. Komposisi Jenis Gulma Pada Berbagai Tipe Lapangan Rumput dan Jalan Gicok.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI IX.
  7. Murwandono and I. Subagio.  1992.  Borreria alata (Aubl.) DC. Di Kebun Tebu Pabrik Gula Camming Sulawesi Selatan.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.
  8. Rasjid, A., D. Sasongko and W. Sasongko.  1992.  Efektifitas Pengendalian Gulma Secara Mekanis dan Terpadu pada Tebu Lahan Kering Pelaihari, Kalimantan Selatan.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.
  9. Ronoprawiro, S. and R. Rogomulyo.  1988.  Pengendalian Kimiawi Gulma Pada Pertanaman Kapas.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI IX.
  10. Sandhi, T.W., S. Tjitrosoedirdjo and J. Wiroatmojo.  1988.  Pengaruh Imazapyr, Glufosinate dan Kombinasinya Terhadap Gulma Pada Tanaman Karet Belum Menghasilkan.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI IX.
  11. Sanusi, M. and A.M. Sabur.  1987.  Efikasi herbisida oxyfluorfen terhadap gulma pada areal tanaman teh muda.  Bulletin Penelitian Gulma (1): 42-49.
  12. Sastroutomo, S.S. and E.T. Pandegirot.  1988.  Survai Ekologis Gulma di Perkebunan Teh Ciliwung, Jawa Barat.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI IX.
  13. Soekarmi, H., I.H. Utomo, J.H. Sardjono.  1992.  Inventarisasi dan Identifikasi Berbagai Jenis Gulma Dominan pada Berbagai Komoditas Andalan Perkebunan di Sulawesi Selatan.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.
  14. Soerjani, M.,  A. J. G. H. Kostermans & Gembong Tjitrosoepomo (Eds.).  1987.  Weeds of Rice in Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta
  15. Subagio, I. and Murwandono.  1992.  Permasalahan dan Program Penanggulangan Gulma di PG Takalar.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.
  16. Sumarno, A., S. Tjitrosoedirdjo and J. Wiroatmodjo.  1988.  Pengujian Herbisida Campuran Ammonium Glufosinate dengan Diuron dan 2,4 – D Pada Pengendalian Gulma di Jalur Tanaman Karet Belum Menghasilkan.   Dalam Prosiding Konferensi HIGI IX.
  17. Sumaryono.  1992.  Pertumbuhan dan Daya Saing Borreria alata, Erechtites valerianifolia dan Paspalum conjugatum.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.  Page 75-80.
  18. Sunindyo, D.  1988.  Efficacy studies of Picloram + 2,4-D on B. latifolia and Chromolaena odorata in rubber plantation.  Proc. 2nd Tropical Weed Science Conf.  Thailand.  Vol. 2.
  19. Sutater, T. and P. Bangun.  1988.  Pengaruh Cara Penyiangan Terhadap Infestasi Gulma dan Produksi Cabe Kriting.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI IX.  Page 315-322.
  20. Suwanarak, K., S. Supasilapa, H. Hiranpradit and S. Kongsaengdao.  1988.  Efficiency of certain herbicides in rambutan orchads.  Proc. 2nd Tropical Weed Science Conf.  Thailand.  Vol 2.
  21. Syawal, Y. et al.  1992.  Gulma yang Dominan Pada Agroekosistem di Sumatera Selatan.  Dalam Prosiding Konferensi HIGI XI.  Ujung Pandang.
  22. Tjitrosemito, S.  1988.  Weed conttol on soybean crop using imazethapyr.  Proc. 2nd Tropical Weed Science Conf.  Thailand.  Vol 2.
  23. Tjitrosoedirdjo, S.S.  1992.  Borreria latifolia (Aubl.) K. Sch.  Weed Info Sheet.  SEAWIC SEAMEO BIOTROP.  Bogor, Indonesia.