Past Events

May 19 2014
Pelatihan Pengelolaan Gulma di Sistem Perkebunan dan Kehutanan
PENDAHULUAN
Gulma, adalah competitor tumbuhan yang bukan tanaman yang diusahakan, di alam selalu ada dan dalam jumlah sangat besar disetiap sistem produksi pertanian dan kehutanan. Mengapa demikian? ; karena di daerah tropika tersedia kondisi yang menunjang adanya tumbuhan yang sangat beragam . Pada umumnya di daerah tropika suhu selalu hangat dengan kelembamam tinggi, cahaya matahari melimpah serta biodiversitas yang tinggi dan menciptakan ekosistem yang sangat kaya. Lihat saja hutan hujan tropika disitu tidak ada ruang yang tidak ditemukan makhluk hidup dan penuh dengan beragam tumbuhan. Walaupun hutan itu sudah ditebang maka akan selalu ada tumbuhan yang mengambil ruang yang ditinggalkan, dilapangan kita lihat semakbelukar atau alang-alang.

Demikian juga ketika lahan akan ditanami dengan tanaman budidaya maka akan selalu ada ruang tersisa yang akan diambil oleh jenis tumbuhan lain yang jumlahnya jauh lebih besar, yang secara garis besar itulah gulma. Memang tumbuhan dalam posisi seperti ini bisa bersifat ruderal, atau bahkan jenis lokal, atau bahkan jenis asing, atau sisa tanaman budidaya sebelumnya, tetapi secara fungsional berkompetisi dengan tanaman budidaya mengurangi ketersediaan sumberdaya alam dan itu merugikan tanaman budidaya.

Dalam agroekosistem, tanaman budidaya ditanam dalam jumlah relatif kecil, agar setiap indivitu yang ditanam tumbuh sempurna dan diharapkan memberikan hasil yang optimum. Tetapi jenis tumbuhan yang sudah ada disitu jumlahnya jauh lebih besar. Misalnya saja pada perkebunan karet, biasanya ditanam hanya sekitar 400 bibit karet/ha. Tetapi jumlah individu tumbuhan lain (gulma) yang sudah ada di lapangan berupa semak belukar, herba, rumput, paku2an jauh melampaui jumlah itu, bisa 10.000/ha atau lebih hampir tidak terbatas.

Kalau kondisi seperti ini dibiarkan maka tanaman karet kita akan hilang tenggelam diantara vegetasi yang sudah ada disitu. Demikian juga sistem produksi lainnya, kelapa sawit, tebu, dll., kalau jenis tumbuhan lain tidak dikurangi populasinya maka tanaman budidaya akan kalah bersaing, dan itu sangat merugikan usaha kita. Apalagi kalau kita memupuk tanaman budidaya maka pupuk itu akan diambil oleh gulma sehingga kerugian kita tambah besar. Jadi intinya dalam setiap sistem produksi “pertanian” harus dilakukan penyiangan, yaitu mengurangi populasi gulma yang tumbuh dalam sistem produksi kita agar tanaman budiadaya dapat tumbuh sempurna dan berproduksi optimum.

Masalah gulma sekarang dikenal bukan saja dalam ekosistem pertanian tetapi juga dalam sistem alam yang dikenal dengan gulma lingkungan, yaitu tumbuhan yang mampu mendominasi vegetasi alam disitu dan merugikan lingkungan karena menurunkan biodiversitas dan disebut species tumbuhan invasif . Pada awal perkembangannya tumbuhan invasif hanya dikenal pada species tumbuhan asing, tetapi alam perkembangannya tumbuhan invasif ini meliputi species tumbuhan lokal maupun jenis tumbuhan asing.

Pengendalian gulma ditentukan oleh beberapa faktor penting, seperti sifat biologis tanaman budidaya, kesuburan tanah, jenis gulma, ketersedian tenaga dan biaya. Dalam sistem produksi pertanian modren dikenal berbagai macam cara pengendalian baik secara fisik, manual maupun pakai alat, secara kultur tenis, secara kimia dengan memakai herbisida bahkan bisa juga dilakukan secara hayati. Dalam pelatihan ini akan dibahas masalah teknis dan management pengelolaan gulma.

TUJUAN PELATIHAN
Pelatihan ini dimaksud sebagai pelengkap atau pencerahan kembali pemahaman, konsep serta keterampilan dalam pengelolaan gulma di lapangan bagi para praktisi di perkebunan, hortikultura maupun pada sistem produksi kehutanan, dengan tujuan memahami konsep yang diberikan diperkuliahan maupun praktikum.

MATERI PELATIHAN
A. MATERI PERKULIAHAN
Memahami konsep gulma dan perkembangannya mencakup species tumbuhan invasi dan kaitannya dengan WTO.

Identifikasi gulma dan tumbuhan invasif, dalam sistematika tumbuhan

Dampak gulma dan tumbuhan invasif pada sistem produksi perkebunan dan kehutanan
- Pertumbuhan populasi
- Kompetisi
- Alelopati
Pengendalian gulma
- Pencegahan, kultur teknis, manual
- Mekanis
- Kimiawi
- Pengendalian hayati
- Analisis resiko
Pengelolaan terintegrasi

B. PRAKTIKUM

Identifikasi gulma
Analisis vegetasi
Selektivitas herbisida
Pengendalian gulma di system perkebunan
dan kehutanan
Analisis resiko

C. TUGAS KELOMPOK

D. PENULISAN/ PRESENTASI

TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
PELATIHAN

Pelatihan akan diselenggarakan di Kampus SEAMEO BIOTROP, Jl. Raya Tajur km 6, Bogor pada tanggal 19-24 Mei 2014.

PERSYARATAN PESERTA PELATIHAN
Peserta pelatihan minimal sarjana S1 bidang biologi, pertanian, kehutanan, peternakan dan sehat untuk melaksanakan pelatihan dan studi lapang.

SERTIFIKASI KELULUSAN
Sertifikat kelulusan diberikan kepada peserta yang melengkapi semua acara dan tugas selama pelatihan dan persentase kehadiran sebesar minimal 80%. Penilaian didasarkan pada aktifitas kuliah, praktikum, diskusi, studi lapang, ujian awal dan akhir, tugas kelompok dan persentasi tugas. Peserta diharuskan mengikuti semua perkuliahan, praktikum dan studi lapang.

PERLENGKAPAN YANG HARUS DISIAPKAN
Peserta pelatihan hendaknya membawa sendiri,sepatu lapang, loupe, payung / jas hujan, dan perlengkapan untuk studi lapang. Dianjurkan masing-masing peserta untuk membawa laptop sendiri.

PROSEDUR PENDAFTARAN PELATIHAN
Mengisi formulir yang disediakan dan dikirimkan ke: alamat SEAMEO BIOTROP melalui e-mail:
-sudarmiyati@biotrop.org atau tsrisudarmiyati@yahoo.com
-cc. cbd@biotrop.org
Pendaftaran pelatihan paling lambat tanggal 5 Mei 2014 dan pengumuman penerimaan peserta yang akan mengikuti pelatihan tanggal 7 Mei 2014.

BIAYA PELATIHAN
Biaya pelatihan sebesar Rp 5.500.000,-per orang (Lima juta lima ratus ribu rupiah rupiah/orang) dan peserta diharuskan mencari biaya sendiri atau sponsor untuk perjalanan pulang pergi ke Bogor. Biaya pelatihan meliputi Biaya pelatihan dan penginapan selama pelatihan.

INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI
Koordinator Pelatihan :
Dr. Sri S. Tjitrosoedirdjo
SEAMEO BIOTROP, Jl. Raya Tajur km6, Bogor 16134
Telp.: 0251 8323848 Fax : 0251 8326851;
e-mail: Dr. Sri Sudarmiyati Tjitrosoedirdjo
(sudarmiyati@biotrop.org) atau
(tsrisudarmiyati@yahoo.com)
cc. kepada: cbd@biotrop.org

Download Brosur dan Formulir Pendaftaran