Past Events

Aug 25 2014
Pelatihan Pengelolaan Hama Gudang Melalui Fumigasi yang Baik dan Benar

PENDAHULUAN
Hama gudang masih menjadi faktor utama terjadinya susut pada bahan simpanan di dalam gudang. Susut yang ditimbulkan oleh hama gudang dapat berbentuk susut bobot, susut mutu, dan kehilangan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan yang disimpan di suatu gudang yang memiliki sejarah infestasi serangga. Besarnya susut tersebut di Negara-negaraberkembang, termasuk Indonesia, diperkirakan masih mencapai 30-an persen. Usaha meminimalkan susut ini dapat dilakukan dengan perbaikan sistem pascapanen, terutama teknik penyimpanan dan pengendalian hama gudang.

Di kawasan tropika ditemukan banyak jenis serangga yang menjadi hama di tempat penyimpanan bahan pangan dan pakan. Hama utama di tempat penyimpanan beras dan serealia lainnya di Indonesia di antaranya Tribolium castaneum, Oryzaephilus surinamensis, Rhyzopertha dominica, dan Sitophilus zeamais. Penerapan Program Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT) dapat diandalkan untuk menekan terjadinya serangan hama-hama tersebut. Akan tetapi sampai saat ini komponen PHGT yang paling diandalkan oleh para pengelola gudang penyimpanan bahan pangan dan pakan adalah fumigasi. Selain pada sasaran bahan pangan dan pakan, praktik fumigasi juga dilakukan untuk bahan-bahan non-pangan dan pakan, seperti furnitur atau perabot rumah tangga lainnya yang terbuat dari kayu,arsip, palet yang akan digunakan sebagai pengemas barang ekspor, dan bahkan suatu bangunan.

Pelaksana semua praktik fumigasi tersebut adalah perusahaan jasa pengendalian hama. Pelaksana lapangan fumigasi dari perusahaan-perusahaan tersebut harus memiliki keterampilan yang tinggi dalam mengaplikasikan fumigan.
Pelaksana lapangan yang berpengalaman tentu sudah memiliki keterampilan tersebut. Akan tetapi untuk keperluan regenerasi, tenaga-tenagamuda yang direkrut harus melalui serangkaian pelatihan dan magang untuk mendapatkan
keterampilan yang cukup. Selain itu, dengan keluarnya larangan penggunaan metil bromide untuk keperluan non-karantina dan pra-pengapalan(Montreal Protokol) serta munculnya fumigan jenis baru atau formulasi baru, maka pelatihan tentang Pelaksanaan Fumigasi yang Baik dan Benar sangat perlu untuk diberikan.

LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dengan dilaksanakannya pelatihan ini diharapkan praktik fumigasi yang dilakukan oleh perusahaan jasa pengendalian hama maupun oleh unit pelaksana pengendalian hama gudang dapat mengikuti kaidah-kaidah pelaksanaan fumigasi yang baik dan benar. Selain itu, pelaksana fumigasi tersebut juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengaplikasikan fumigan-fumigan baru atau modifikasi formulasi dari fumigan yang sudah ada dalam rangka merespon ketentuan tentang pelarangan terhadap metil bromida.

Bagi peserta yang bukan pelaksana fumigasi, pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mereka akan praktik fumigasi yang baik dan benar sehingga dapat ikut mengawasi (secara informal) praktik fumigasi yang dilakukan oleh perusahaan jasa pengendalian hama.

MATERI PELATIHAN
Topik yang akan dibahas dalam pelatihan ini adalah:
1.Masalah Hama Gudang dan pengelolaannya
2.Pengenalan Serangga Hama Gudang
3.Organisme Perusak Kayu dan Pengendaliannya
4.Kebijakan Pemerintah dalam Pemasukan,Peredaran, dan Penggunaan Fumigan di Indonesia
5.Fumigasi silo dengan Sulfuril Florida
6.Fumigasi dengan Fosfin padat yang baik dan benar
7.Fumigasi dengan Fosfin Cair yang Baik dan Benar
8.Fumigasi dengan Etil Format yang Baik dan Benar

TUJUAN PELATIHAN
Pelatihan ini bertujuan untuk
1) memberikan pengetahuan tentang beberapa alternatif pengendalian hama gudang dengan menggunakan berbagai jenis fumigan, 2) memberikan pengetahuan tentang teknik fumigasi yang baik dan benar, dan 3) menjadikan pelatihan sebagai media untuk bertukar ilmu, ide-ide, serta pengalaman para peserta dalam mengatasi permasalahan hama gudang.

PESERTA PELATIHAN
Peserta pelatihan diharapkan datang dari Perusahaan Jasa Pengendalian Hama (Fumigator), Pengelola Gudang Penyimpanan bahan pangan dan pakan, Pekerja di Bidang Industri Pangan pangan dan pakan,Peneliti dan Staf Pengajar Perguruan Tinggi, Petugas Pengawas Praktik Fumigasi (Kementerian Pertanian, Perindustrian, dan Perdagangan) serta pihak-pihak lain yang tertarik. Jumlah peserta yang diharapkan mengikuti pelatihan ini adalah 20 orang.

LOKASI & WAKTU PELAKSANAAN
Pelatihan ini akan dilaksanakan di SEAMEO BIOTROP Bogor, pada tanggal 25–28 Agustus 2014.

SERTIFIKAT PELATIHAN
Peserta yang mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan dalam pelatihan ini akan diberikan sertifikat.

PENDAFTARAN PESERTA

Calon peserta yang tertarik untuk mengikuti pelatihan ini dapat mengirimkan formulir pendaftaran terlampir ke SEAMEO BIOTROP. Jika pendaftar melebihi 20
orang maka akan dilakukan seleksi.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Dr. Idham Sakti Harahap
(email: idham@biotrop.org)
Ir. Sri Widayanti
(email: s_widayanti@biotrop.org)
Hp.0811110093
SEAMEO BIOTROP
Jl. Raya Tajur Km 6
Bogor 16134, Indonesia
Ph: +62-251-8323848, Fax: +62-251-8326851
Email : cbd@biotrop.org

Download leaflet

Formulir Pendaftaran Peserta