Prosiding Seminar Nasional Benih Unggul untuk Hutan Tanaman, Restoreasi Ekosistem, dan Antisipasi Perubahan Iklim

Prosiding Seminar Nasional Benih Unggul untuk Hutan Tanaman, Restoreasi Ekosistem, dan Antisipasi Perubahan Iklim

By Editor: Dr. AYPBC Widyatmoko, Dr. Arif Nirsatmanto, Dr. Liliana Baskorowati, Dr. Budi Leksono, Dr. Mahfudz, Ir. Sigit B. Prabawa, M.Sc.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas hutan tanaman, hutan tanaman rakyat, hutan rakyat maupun kegiatan rehabilitasi hutan dan restorasi ekosistem, kebutuhan benih unggul adalah suatu keniscayaan. Dalam Rencana Kehutanan Tingkat Nasional 2011 - 20130 pemerintah telah menargetkan Hutan Tanaman seluas 14,5 juta ha dengan produksi 362,5 juta m3/tahun dan MAI 25m3/ha/tahun dan rehabilitasi seluas 11,55 juta ha atau 580.000 ha/tahun.
Pemerintah juga telah mencanangkan beroperasinya pengelolaan hutan di tingkat tapak dalam bentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Penggunaan benih unggul dipadukan dengan teknik silvikultur akan menjadi faktor penting dalam peningkatan produktivitas hutan sekaligus dapat mendorong percepatan pembangunan hutan di Indonesia. 
Seminar Nasional Benih Unggul untuk Hutan Tanaman, Restorasi Ekosistem dan Antisipasi Perubahan Iklim yang dilaksankan di Yogyakarta, 19-20 November 2014 bertujuan untuk melakukan ekspose dan transfer IPTEK Benih Unggul kepada para pihak guna mendukung implementasi di lapangan seperti di areal KPH, Hutan Tanaman, Hutan Rakyat, Hutan Tanamanan Rakyat, Restorasi ekosistem maupun restorasi areal bekas tambang serta rehabilitasi Hutan dan lahan, maupun untuk mengantisipasi perubahan Iklim.